Apakah Tuberkulosis Bisa Menular?

Apakah Tuberkulosis Bisa Menular?
Apakah Tuberkulosis Bisa Menular?

Apakah Tuberkulosis Bisa Menular?

Melansir laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegah Penyakit (CDC), TB atau Tuberkulosis termasuk penyakit menular. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Indonesia sendiri kasus TB mencapai 1.000.000 kasus. Sementara jumlah kematian akibat TB diperkirakan 110.000 kasus per tahun.

Penderita TB paling mungkin menularkan penyakitnya kepada orang sekitar yang menghabiskan waktu bersama paling sering setiap hari. Beberapa di antaranya, anggota keluarga, teman dekat, rekan kerja, atau teman sekolah.

Meskipun penyakit ini menular, sebenarnya Kamu bisa, lho, melakukan pencegahan untuk melindungi diri dari TB. Sebelum mengetahui cara pencegahannya, yuk, ketahui dulu bagaimana penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis ini dapat menular ke orang lain.

Pencegahan TB

  1. Melakukan Vaksinasi BCG

BCG (Bacille Calmette-Guérin) adalah vaksin hidup untuk melawan tuberkulosis. Vaksin dibuat dari strain basil tuberkulosis sapi yang dilemahkan, Mycobacterium bovis. BCG saat ini adalah satu-satunya vaksin berlisensi melawan TB, dan telah digunakan sejak 1921. BCG adalah salah satu vaksin yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

  1. Penemuan kasus baru

Membatasi penyebaran TB tergantung pada keberhasilan menemukan dan mengobati orang yang menderita penyakit tersebut. Hal ini berguna untuk mencegah mereka menularkannya kepada orang lain. Cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan penyebaran TB adalah meningkatkan kesadaran TB kepada masyarakat, menemukan orang yang bergejala, dan melakukan tracking kontak terdekat pada orang yang didiagnosis TB untuk melacak penyebaran.

  1. Menjaga lingkungan

Karena TB adalah infeksi yang ditularkan melalui udara, bakteri TB dilepaskan ke udara ketika seseorang dengan TB menular batuk atau bersin. Risiko infeksi dapat dikurangi dengan menggunakan beberapa tindakan pencegahan sederhana:

Ventilasi yang baik: TB dapat tetap berada di udara selama beberapa jam pada ruangan tanpa ventilasi
Cahaya alami: Sinar UV dapat membunuh bakteri TB
Kebersihan yang baik: Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin mengurangi penyebaran bakteri TB.
Dalam pengaturan layanan kesehatan, penyebaran TB berkurang melalui penggunaan masker pelindung, sistem ventilasi, memisahkan pasien yang berpotensi menularkan dari pasien lain, dan skrining TB secara teratur kepada petugas layanan kesehatan.

  1. Sistem kekebalan tubuh yang kuat dan sehat

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik adalah bentuk pertahanan terbaik melawan TB: 60% orang dewasa dengan sistem kekebalan yang sehat dapat terhindar dari bakteri TB sepenuhnya.

Itu dia proses penularan dan pencegahan TB. Namun, apabila kamu atau orang terdekatmu terlanjur menunjukkan gejala TB, jangan ragu menghubungi dokter untuk mendapatkan kepastian diagnosis.

mahjong ways 2