Mengenal Berbagai Tes Infertilitas Beserta Manfaatnya

Mengenal Berbagai Tes Infertilitas Beserta Manfaatnya
Mengenal Berbagai Tes Infertilitas Beserta Manfaatnya

Tes infertilitas atau tes kesuburan menjadi salah satu cara untuk mengetahui penyebab pasangan belum diberi momongan. Rangkaian tes ini dapat dilakukan oleh pria maupun wanita guna menentukan solusi yang tepat untuk keberhasilan program hamil.

Jika sudah lebih dari setahun menikah dan berhubungan seks secara rutin tanpa alat kontrasepsi tetapi belum juga dikaruniai anak, sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan tes infertilitas.

Wanita memang lebih sering menjalani tes infertilitas karena kesuburan wanita akan menurun seiring pertambahan usia, tetapi pemeriksaan ini sebaiknya juga dilakukan oleh pria, Hal ini karena banyak faktor yang dapat menyebabkan sulit punya anak, bukan hanya dari wanita atau pria seorang.

Tes Infertilitas pada Pria

Selain wanita, tes infertilitas juga sebaiknya dijalani oleh pria. Ada beberapa jenis tes infertilitas pada pria yang serupa dengan tes pada wanita, seperti tes hepatitis B antigen, hepatitis b antibody, hepatitis C, HIV 1&2, dan VDRL.

Selain itu, pria juga umumnya melakukan beberapa tes berikut ini untuk mengetahui penyebab infertilitas:

  1. Analisis air mani

Analisis air mani biasanya menjadi tes pertama yang dilakukan untuk membantu mengetahui penyebab sulit memiliki keturunan. Ini karena sekitar separuh kasus infertilitas sering kali disebabkan oleh masalah pada air mani atau sperma.

Tes ini dilakukan untuk mengetahui volume air, pH, kadar gula (fruktosa), dan ada tidaknya darah pada mani ketika ejakulasi. Selain itu tes ini juga digunakan untuk mengetahui konsistensi, bentuk, dan pergerakan sperma.

Semua faktor tersebut menentukan apakah kondisi air mani ideal untuk membuahi sel telur atau tidak. Pengumpulan sampel air mani bisa dilakukan dengan masturbasi dalam ruangan pengambilan sampel.

  1. Tes hormon

Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari, hipotalamus, dan testis berperan penting dalam sistem reproduksi, termasuk produksi sperma. Oleh sebab itu, kelainan pada sistem hormon bisa menjadi salah satu penyebab infertilitas.

Tes hormon dilakukan untuk memeriksa hormon FSH, LH, dan testosteron pada pria.

  1. USG

Pemeriksaan USG dilakukan untuk memeriksan ada tidaknya kelainan pada skrotum, gangguan lain pada testis, maupun kelainan pada prostat yang dapat memengaruhi produksi dan penyaluran air mani.

  1. Tes genetik

Sama seperti pada wanita, tes genetik pada pria juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan pada kromosom yang dapat menyebabkan infertilitas.

Jika Anda dan pasangan tidak kunjung memiliki anak setelah rutin berhubungan seksual tanpa pengaman selama 1 tahun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan, termasuk melakukan tes infertilitas, untuk menentukan penyebab dan memberikan saran yang sesuai demi keberhasilan program hamil Anda dan pasangan.